Translate

CERMIN


Aku tersadar dari entah apa. Baru saja. Dan aku mendapatkan diriku berada dalam ruangan 5x6 meter. Putih dan kosong. Tak ada pintu ataupun jendela. Aku berbalik... Hujan turun dengan derasnya. Ya... Hujan. Aku yakin itu hujan. Aku tak salah lihat. Tapi aku tidak merasakan butirannya sama sekali. Lalu, muncul seorang gadis berdiri termenung di sana, bersama hujan. Tatapannya kosong memperhatikan ubin polos. Ia tampak tengah merenungi sesuatu. Aku melangkah mendekatinya.Gadis itu juga melangkah mendekatiku. Semakin lama, semakin dekat, sampai akhirnya jarak kami hanya seubin. Aku menjulurkan sebelah tanganku. Begitu pula gadis itu. Tapi, tak tersentuh pula ia. Kami saling meraih. Tapi, tak sekali pun kami berhasil. Kami hanya terus membelai angin. Aku berhenti. Gadis itu juga. Aku termenung menatapnya heran. Perlahan, wajah gadis itu terangkat. Aku dapat melihat wajahnya yang mirip denganku, hanya saja tampak nanar. Lalu, air mata jatuh dari sebelah matanya. Sedetik kemudian, bibirnya tersenyum tipis dan tangannya terjulur ke wajahku. Aku dapat merasakan dingin tangannya mengusap pipiku. Belum sempat aku terkejut, gadis itu sudah menghilang. Dan hujan yang sedari tadi membasahi gadis itu, kini menyerbuku. Aku menangis. Aku menangis hebat sampai terisak. Terdengar ngilu di telingaku sendiri. Ah... Aku tak tahan. Hujan ini... Terasa sangat menyakitkan.

(Dinda Tabita - 26 Januari 2017)

Komentar

Posting Komentar

Please give a polite comment. Thank you....

Postingan populer dari blog ini

Resensi Novel "HANNY'S JOURNAL"

Resensi Novel "HUJAN DAN PAWAKA"